Pemkab Pangkep Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Prestasi 15 Kali
PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengikuti verifikasi lapangan hybrid untuk program Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian...
PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengikuti verifikasi lapangan hybrid untuk program Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara virtual, Rabu (23/4/2025), melalui Zoom Meeting dari ruang rapat Bupati Pangkep.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Inspektorat, Kepala Kemenag, pimpinan OPD, instansi vertikal terkait, para camat, serta Forum Anak Kabupaten Pangkep sebagai representasi suara anak.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) yang bergabung dengan berani menyampaikan komitmen Pemkab dalam menyediakan hak dan perlindungan anak.
“Anak-anak di Pangkep berjumlah sekitar 111 ribu jiwa atau 31% dari total penduduk. Kami berkomitmen memenuhi hak dan perlindungan mereka, termasuk memberi ruang bicara di Musrenbang. Kami juga fokus pada penurunan angka pernikahan anak dan stunting, serta layanan perlindungan dari kekerasan,” jelas MYL.
Ia berharap hasil verifikasi ini menjadi dasar pengambilan kebijakan daerah ke depan.
“Saya harap verifikasi ini bermanfaat dan menjadi acuan dalam memastikan hak-hak anak dapat terpenuhi secara maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Hj. Suriani sebagai Ketua Gugus Tugas KLA, memaparkan berbagai capaian lima klaster KLA, antara lain:
✅ Klaster 1 - Hak Sipil & Kebebasan:
Akta kelahiran meningkat dari 96,41% (2022) menjadi 99,9% (2023)
Kartu Identitas Anak dari 40,98% (2022) menjadi 96,41% (2023)
✅ Klaster 2 - Lingkungan Keluarga & Pengasuhan Alternatif:
Dispensasi pernikahan anak turun dari 165 (2022) ke 68 kasus (2023)
Partisipasi PAUD naik dari 56,61% menjadi 59,53%
✅ Klaster 3 - Kesehatan & Kesejahteraan:
Stunting turun dari 34,2% menjadi 30% (SSGI) dan dari 10,64% menjadi 10% (ePPGBM)
Akses sanitasi meningkat menjadi 53,42%
✅ Klaster 4 - Pendidikan & Budaya:
Anak putus sekolah SD turun dari 0,35% menjadi 0,27%; SMP dari 1,20% menjadi 0,73%
Rumah ibadah ramah anak bertambah dari 6 menjadi 8
✅ Klaster 5 - Perlindungan Khusus:
Layanan korban kekerasan meningkat dari 22 (2022) menjadi 101 layanan (2023)
Ketua DP2KBP3A, Nurliah Sanusi menambahkan bahwa pelaksanaan verifikasi berlangsung lancar dengan partisipasi aktif dari seluruh perangkat.
“Alhamdulillah semua bisa merespon dengan baik. Kami diberi kesempatan 1-2 hari untuk melengkapi dokumen,” ujarnya.
Target Pangkep tahun ini adalah meraih kategori Nindya dalam penilaian KLA.
Sementara itu, Forum Anak Kabupaten Pangkep juga ikut mengambil bagian dalam sesi verifikasi. Perwakilan mereka, Miska Aurelia, mengaku bangga karena percaya menjadi bagian dari proses penting ini.
“Semua pertanyaan bisa kami jawab dengan baik. Kami senang bisa dilibatkan langsung,” katanya.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif antara tim verifikator dan jajaran Pemkab Pangkep, yang dijawab langsung oleh masing-masing OPD terkait sesuai lima klaster KLA.
PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengikuti verifikasi lapangan hybrid untuk program Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian...
PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengikuti verifikasi lapangan hybrid untuk program Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian...
PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengikuti verifikasi lapangan hybrid untuk program Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian...