PANGKEP — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pangkep menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penginputan Indeks Inovasi Daerah pada aplikasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangkep sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Pangkep, Selasa (14/7/2026), menghadirkan Asisten Administrasi Umum Setda Pangkep, Bachtiar, Kepala Bapperida Pangkep, Amril, serta para sekretaris dan kepala bidang perangkat daerah.
Dalam berbagai hal, Asisten Administrasi Umum Setda Pangkep, Bachtiar, menyampaikan bahwa pencapaian nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Pangkep sebesar 66,50 pada tahun sebelumnya menjadi modal penting yang perlu terus ditingkatkan.
Menurutnya, inovasi tidak hanya berfokus pada penilaian pemerintah pusat, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Karena inovasi ini sangat diperlukan baik dalam pelayanan kepentingan maupun terkait pelaksanaan pemerintahan yang efektif. Oleh karena itu, kita berharap semangat dan kerja sama semua pihak untuk terus memaksimalkannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Pangkep, Amril, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengumpulkan seluruh inovasi yang telah mengembangkan perangkat daerah sekaligus meluncurkannya sebagai bahan penilaian Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri.
“Dan tentunya ini akan menjadi data dasar untuk penilaian kompetisi IGA Kemendagri,” ujarnya.
Amril menambahkan, keberhasilan Kabupaten Pangkep mempertahankan predikat Kabupaten Sangat Inovatif selama lima tahun berturut-turut merupakan hasil komitmen pemerintah daerah yang menjamin setiap perangkat daerah menghadirkan sedikitnya tiga inovasi.
“Ini semua tidak terlepas dari dukungan dan komitmen pimpinan, salah satunya melalui surat edaran yang menjamin setiap perangkat daerah di Pangkep melahirkan inovasi, kewajibannya tiga inovasi per perangkat daerah,” katanya.
Ia menegaskan, inovasi yang dikembangkan berpusat pada pelayanan dasar masyarakat agar memperoleh layanan yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses.
“Yang paling diharapkan terkait dengan pelayanan dasar, karena ini yang dibutuhkan masyarakat kita. Bagaimana menghadirkan pelayanan yang efektif, efisien, kemudian dapat diakses oleh masyarakat secara baik,” tutupnya.
Melalui penguatan inovasi di setiap perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Pangkep menargetkan peningkatan nilai Innovative Government Award (IGA) 2026 sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.