Sabtu, 25 Juli 2026
Sabtu, 25 Juli 2026

Kwarcab Pramuka Pangkep Gelar KMD Pembina Penegak, Tingkatkan Kompetensi Guru SMA dan Madrasah

PANGKEP — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pangkep bekerja sama dengan Ikatan Guru PPPK menggelar "Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penegak". Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, 13–18 Juli 2026, diikuti 40 guru SMA, SMK, dan madrasah sebagai upaya meningkatkan kompetensi pembina Pramuka di satuan pendidikan.

Kursus dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim, bersama Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pangkep, H. Syahban Sammana, di Gedung Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pangkep, Senin (13/7/2026).

Dalam sambutannya, Mustakim menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pelaksanaan KMD sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembina Pramuka di sekolah.

“Melalui Dinas Pendidikan, kami mendukung penuh pelaksanaan Kursus Mahir Dasar Pembina Pramuka ini. Ini memang kami harapkan, khususnya guru dari SMA dan SMK,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan melalui “Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang diimplementasikan melalui kegiatan kepramukaan.

Mustakim mengakui jumlah peserta tahun ini belum maksimal karena bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, pihaknya akan terus mendorong lebih banyak sekolah mengikutsertakan guru dalam pelatihan serupa.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Pangkep, H. Syahban Sammana, mengatakan Kursus Mahir Dasar merupakan program penting untuk meningkatkan kapasitas pembina gugus depan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman para pembina. Mereka tidak dapat melakukan pelatihan di gugus depan apabila belum memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh peserta yang merupakan anggota Ikatan Guru PPPK jenjang SMA sederajat akan memperoleh sertifikat KMD Golongan Penegak setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar dan metode kepramukaan, sistem pembinaan pasukan penegak, penyusunan program latihan, teknik kepemimpinan, administrasi gugus depan, hingga praktik lapangan.

Melalui pelatihan ini, Kwarcab Pangkep berharap lahir pembina Pramuka yang mampu mengelola kegiatan kepramukaan secara terencana, edukatif, dan berkelanjutan.

“Kami berharap ilmu, wawasan, dan pengalaman yang diperoleh selama kursus dapat diterapkan dalam pelatihan sehari-hari sehingga mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab peserta didik,” tutup Syahban.