Jumat, 5 Juni 2026
Jumat, 5 Juni 2026

Menuju STQH XXIII, Pangkep Siap Ukir Prestasi di Luwu Utara

PANGKEP – Bupati Kabupaten Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), secara resmi melepas kepergian kafilah Pangkep yang akan berlaga pada ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-23 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025, yang akan berlangsung di Kabupaten Luwu Utara.

Pelepasan berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Jumat (11/4/2025), dihadiri oleh Wakil Bupati Rahman Assagaf, Kepala Kantor Kemenag Pangkep Muhammad Nurhalik, Asisten I sekaligus ketua rombongan Asrul Asikin, para kepala dinas dan kepala bagian, serta seluruh peserta kafilah dan pendamping. Simbolisasi pelepasan dilakukan dengan penyerahan bendera dari Bupati Pangkep kepada Ketua LPTQ, kemudian diteruskan kepada ketua rombongan kafilah.

Dalam perayaannya, Bupati MYL menyampaikan harapan besar agar kafilah Pangkep dapat meraih prestasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu kita berhasil masuk tiga besar. Kenapa tidak tahun ini kita bisa lebih baik lagi, minimal juara dua atau bahkan juara satu,” ucapnya optimistis.

Bupati dua periode ini juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangkep telah menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi bagi para juara. “Bonus tentu ada. Selain uang tunai, kami juga memberikan hadiah khusus, yaitu perjalanan ke Baitullah bagi peraih juara satu,” tambahnya.

Kepala Bagian Kesra Pangkep, Hasriadi, menjelaskan bahwa kafilah Pangkep tahun ini terdiri dari 21 peserta yang akan berlomba dalam lima cabang lomba, yaitu Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Hadits, dan Karya Tulis Ilmiah. Mereka akan didampingi oleh 20 orang official dan pelatih. Ia juga memastikan seluruh peserta dalam kondisi sehat dan siap bertanding. “Alhamdulillah, kondisi peserta sehat walafiat, dan dari hasil pemusatan latihan sebelumnya, mereka siap mengikuti lomba di bidang masing-masing,” jelasnya.

Keikutsertaan kafilah Pangkep dalam STQH ini tidak hanya untuk meraih prestasi, namun juga sebagai bentuk komitmen daerah dalam membina generasi Qur'ani yang berakhlakul karimah.