Kamis, 4 Juni 2026
Kamis, 4 Juni 2026

Lintas Sektor, Pemkab Pangkep Targetkan Nol Kematian Ibu dan Bayi

PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memperkuat komitmen menekan angka kematian ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini dibahas dalam pertemuan koordinasi yang melibatkan pimpinan OPD, Dinas Kesehatan, instansi vertikal, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, hingga seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), Senin (30/3/2026).

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antarinstansi guna memastikan keselamatan ibu dan anak, khususnya pada masa kehamilan hingga persalinan.

“Pertemuan ini, bagaimana kita bisa menekan angka kematian ibu dan anak. Yang kita harapkan, saat proses lahiran, ibunya aman anaknya bisa lahir dan tumbuh kembangnya bisa baik semua,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan capaian positif di awal tahun 2026, di mana hingga akhir Maret angka kematian ibu di Kabupaten Pangkep masih berada di angka nol.

“Alhamdulillah hingga akhir Maret ini angka kematian masih nol. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang di awal tahun sudah terdapat kasus kematian. Kita berharap capaian ini bisa dipertahankan hingga akhir tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj. Herlina, menyampaikan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.

“Untuk kematian ibu, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada kasus. Kita berharap kondisi ini bisa bertahan sampai Desember. Mengingat pada tahun 2025 lalu terdapat tujuh kasus kematian ibu,” jelasnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan mencatat masih terdapat enam kasus kematian bayi, terdiri dari satu kematian neonatal dan lima kematian bayi. Seluruh kasus tersebut telah diaudit sebagai bahan evaluasi peningkatan layanan.

“Kami berharap tidak ada penambahan kasus ke depan, atau minimal dapat ditekan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Kunci utamanya adalah kerja sama lintas sektor agar setiap pihak dapat menjalankan perannya secara optimal dalam upaya pencegahan,” ungkapnya.

Melalui langkah ini, Pemkab Pangkep menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat intervensi yang tepat sasaran demi mewujudkan target nol kematian ibu dan bayi pada 2026.