Jumat, 5 Juni 2026
Jumat, 5 Juni 2026

Komitmen Bersama Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Pangkep Fokus pada Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

PANGKEP – Pemerintah Kabupaten Pangkep terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan **Kabupaten Layak Anak (KLA). Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi KLA yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assagaf, Selasa (15/4/2025)

Rakor yang dibawakan oleh Sekda Hj. Suriani A, Asisten I Asrul Asikin, Kepala DP2KBP3 Nurlia Sanusi, serta para pimpinan OPD dan instansi vertikal ini membahas sinergi lintas sektor dalam menyediakan hak anak dan memperkuat dukungan data untuk evaluasi KLA tahun 2025.

Wabup Abd Rahman menekankan bahwa pencapaian Kabupaten Layak Anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan perlu keterlibatan semua pihak: OPD, desa/kelurahan, kecamatan, dunia usaha, media, hingga masyarakat.

“Penghargaan itu bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah anak-anak kita benar-benar terjamin haknya dan terlindungi. Kalau itu terwujud, penghargaan akan datang sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa anak adalah investasi masa depan yang harus dijaga bersama.  
"Kita punya tanggung jawab untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Itu adalah modal utama pembangunan ke depan,"_ menambahkan.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3, Nurlia Sanusi, menjelaskan bahwa pelaksanaan KLA bukan semata-mata demi penghargaan, namun sebagai bentuk nyata komitmen daerah terhadap hak anak.

“Misalnya, dalam Musrenbang kita selalu libatkan forum anak. Suara mereka juga kita dengarkan,” jelas Nurlia.

Selama tiga tahun terakhir, Pangkep berhasil meraih penghargaan KLA, mulai dari kategori Pratama, naik ke Madya, dan kini menargetkan kategori Nindya.

“Berdasarkan penilaian mandiri, kita sudah mencapai angka 913. Nilai ini nantinya akan diverifikasi oleh provinsi dan pusat,” tambah optimis.

Rosniaty Azis dari Swadaya Mitra Bangsa Sulawesi juga mengapresiasi upaya Pemkab Pangkep, meskipun tantangan geografis menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi dalam pemerataan layanan untuk anak.