PANGKEP — Sebanyak 71 orang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pangkep resmi mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) sebagai persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Calon Paskibraka ini merupakan perwakilan dari SMA/sederajat se-Kabupaten Pangkep, terdiri dari 36 putra dan 35 putri yang telah melewati proses seleksi ketat.
Pembukaan pemusatan Diklat dipimpin oleh Kapolres Pangkep, AKBP Muh. Husni Ramli, yang berlangsung di Tribun Citra Mas, Pangkajene, Kamis (24/7).
Dalam berbagai hal tersebut, Kapolres menekankan pentingnya menjaga sikap dan integritas sebagai generasi penerus bangsa.
"Tunjukkan sikap terbaik kalian. Kalian adalah cerminan generasi muda yang akan membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa. Kurangnya kualitas sebagai pribadi yang beretika, berbudi luhur, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Semuanya akan terlihat selama masa pendidikan dan pelatihan ini," tegasnya.
Kapolres juga berpesan kepada panitia dan pelatih agar mengantisipasi berbagai hal non-teknis yang bisa mengganggu kelancaran pelaksanaan upacara pengibaran bendera.
“Saya menyampaikan pesan kepada panitia dan pelatih untuk sejak dini mengantisipasi faktor-faktor non-teknis yang dapat mengganggu jalannya pengibaran bendera,” tambahnya.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan atribut pendidikan oleh Kapolres Pangkep kepada perwakilan calon Paskibraka, disaksikan oleh Sekretaris Daerah dan unsur Forkopimda.
Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol, Rian Yatrib, menyampaikan bahwa 71 calon Paskibraka ini merupakan representasi dari tiga dimensi wilayah Pangkep.
“Setiap tahun, kami mengadakan perwakilan dari wilayah daratan, kepulauan, dan pegunungan. Ini mewakili simbol 'Tiga Dimensi Pangkep' sebagai ciri khas daerah kita,” jelasnya.
Rian juga menambahkan bahwa dua orang perwakilan Kabupaten Pangkep berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini.